Fatumnasi Seharusnya Menjadi Vitamin Bagi Penguat
Perekonomian Masyarakat TTS

09;05;22 Foto penulis dan panorama alam Fatumnasi
Oleh : Kolo Yerobiam
Oematan, S.Pd
Guru SMK Negeri 2 Soe
Fatumnasi atau Batu Tua
dalam bahasa dawan setempat, adalah nama sebuah kecamatan yang secara
administratif masuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT dengan
luas ± 198,65 kilometer persegi. Alam Fatumnasi ini selain memiliki panorama
yang mengagumkan, juga terkenal sebagai taman wisata dengan kawasan yang
didomisili oleh pegunungan, perkebunan, dan memiliki udara yang sangat sejuk.
Alasan inilah yang sering diungkapkan oleh pengunjung karena lingkungan alam
yang dingin disertai kabut dipagi dan sore hari diantara apitan gunug Mollo dan
gunung Mutis.
Ajang Anugerah Pesona
Indonesia (API) Awards baru saja dilakukan pada tahun 2021 lalu, dan Fatumnasi juga termasuk salah
satu nominasi pariwisata yang juga ikut serta dalam ajang tersebut. Kemenangan
Fatumnasi dalam ajang API Awards 2021 ini juga bukan perjuangan Pemda semata,
tetapi juga semua pihak masyarakat baik yang di dalam wilayah TTS, maupun dari
luar wilayah TTS, yang disebarluaskan melalui berbagai media sosial sehingga
dikenal oleh publik.
Pengembangan tempat
wisata Fatumnasi ini juga harus sejalan dengan membuka pikiran masyarakat
tentang pentingnya mendatangkan banyak pengunjung, karena akan berdampak pada
perekonomian. Tanpa sinergi bersama pelaku wisata, pemerintah maupun masyarakat
dalam mengembangkan obyek wisata ini, tentu tudak akan memberi dampat positif
bagi peningkatan ekonomi masyarakat daerah. Oleh karena itu masyarakat harus
jeli dalam kesempatan ini karena akan berdampak pada bertambahnya pendapatan
ekonomi.
Namun dari pengamatan
yang dilihat dari lokasih, masih saja terdapat pungli atau pungutan liar yang
meresahkan masyarakat pengunjung, dan akan ada pandangan atau pemikiran negatif
terhadap sektor pariwisata. Karena itu sangat penting pengarahan untuk
orang-orang tak bertanggungjawab itu, karena semakin ramai pengunjung datang, tentu
usaha masyarakat sekitar akan berjalan dan perekonomian akan semakin membaik.
Lokasi dan alamat
Fatumnasi yang berada di Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan
(TTS), Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan rute yang gampang-gampang
sulit bagi wisatawan dari luar Kabupaten TTS, karena harus ditempuh dengan
waktu ± 2,5 – 3 jam.
Jarak yang ditempuh
dari Kota Soe atau Ibu Kota Kabupaten TTS menuju lokasi wisata Fatumnasi
memerlukan waktu 1 jam dengan jarak 37 kilometer. Meskipun di beberapa titik
jalan yang masih belum optimal, namun perjalanan akan sangat menyenangkan,
dengan suguhan panorama alam yang berkabut dan dingin.
Pengunjung yang akan
berwisata ke kawasan Wisata Alam Fatumnasi tidak perlu kwatir karena Lokasi
Alam ini terbuka bagi semua kalangan masyarakat yang ingin berwiata dengan waktu
baik pagi, siang maupun malam hari.
Lokasi Wisata Alam
Fatumnasi ini juga tidak semata digunakan sebagai destinasi wisata, namun
lokasih ini perluh ada perhatian khusus bagi Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa
Fatumnasi, maupun masyarakat sekitar. Agar digunakan sebagai dasar perbaikan
peningkatan ekonomi masyarakat.
Karena dengan
meningkatnya pengunjung atau wisatawan baik, domestik maupun mancanegara, akan
berdampak pada masyarakat.
Salah satu masalah dalam pengukuran
dampak ekonomi dari pengeluaran pariwisata adalah bahwa 'pariwisata' tidak ada
sebagai sektor yang berbeda dalam sistem statistik ekonomi baik regional maupun
nasional. Akibatnya, nilai pariwisata terhadap perekonomian tidak mudah
terungkap.
Hal ini menyebabkan industri pariwisata
kurangnya data yang mencerminkan dampak penuh ekonominya. Pengeluaran wisatawan
di suatu daerah wisata merupakan awal mula dari dampak ekonomi yang akan di
akibatkan oleh kegiatan pariwisata di daerah tersebut.
Pengeluaran wisatawan
akan memberikan dampak secara langsung maupun tidak langsung berdasarkan aliran
perputaran uang wisatawan di dalam perekonomian. Pendekatan yang dilakukan ini
berupa pendekatan kuantitatif dimana bentuk pendekatan kuantitatif dilakukan
untuk mengetahui dampak ekonomi pariwisata di Kabupaten TTS.
Berdasarkan pengeluaran wisatawan domestik, yang hasilnya
berupa deskripsi numerik, akan memberi dampak secara tidak langsung bagi setiap
bidang.
Oleh karena itu dapat
dikatakan bahwa dampak dari kegiatan pariwisata ekonomi jauh lebih besar dari
ukuran pariwisata itu sendiri. Industri pariwisata adalah salah satu kegiatan
ekonomi yang seharusnya kita kembangkan untuk berkembang di wilayah Timor
Tengah Selatan. Perkembangan sektor pariwisata tentunya tidak lepas dari
banyaknya jumlah wisatawan yang mengunjungi wilayah TTS.
Wisatawan domestik
merupakan pasar utama pariwisata TTS dibandingkan wisatawan mancanegara
terutama setelah diumumkannya wisata Alam Fatumnasi sebagai salah satu pemenang
Ajang API Awards 2021, maka semua masyarakat penasaran apa yang seberarnya ada
di Fatumnasi.
Sejak akhir tahun 2021,
sampai pada hari libur Idul Fitri Bulan Mei 2022 kunjungan wisatawan ke Fatumnasi mulai
meningkat. Bahkan banyak pengujung yang bermalam di Lokasih Wisata, dengan
tenda yang dibangun sendiri, maupun menyewa fasilitas homestay lokal yang ada atau Lopo Mutis yang design bangunannya
berbentuk lopo-lopo dengan atap alang-alang. Setiap kamar dilengkapi dengan 3
tempat tidur dengan kapasitas 3-6 orang, dengan harga Rp. 200.000 per kamar per
malam.
Setiap pengunjung yang
hendak bermalam harus memasak sendiri dengan menggunakan api tungku, karena
belum tersedianya warung atau restoran dilokasi tersebut. Dan justru kesempatan
inilah yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dalam
mengembangkan ekonomi.
Meningkatnya jumlah
kunjungan wisatawan ke Fatumnasi, akan berdampak terhadap meningkatnya
aktivitas ekonomi di TTS. Demi melayani seluruh kebutuhan wisatawan, banyak
bermunculan dan semakin berkembangnya industri - industri ataupun komoditi di
bidang pariwisata. Perkembangan industri pariwisata tentu saja searah dengan
bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten TTS.
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah dijabarkan pada pragraf sebelumnya, maka dapat
ditarik kesimpulan mengenai dampak ekonomi pariwisata di Kabupaten Timor Tengah
Selatan bahwa apabila adanya kerja sama antara Pemda dan Masyarakat setempat
untuk saling kolaborasi dalam melihat peluang kerja yang telah tersedia pada
wisata alam Fatumnasi demi peningkatan ekonomi masyarakat.
2. Agar
masyarakat tidak berpikikir bahwa lapangan kerja hanya tersedia di luar
Kabupaten TTS, maka pola pikir mereka harus dirubah dari sekarang, memang rumit
untuk merubah tetapi harus bergerak sekarang.
3. Implikasi
Manajerial & Teoritis Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada paragraf
sebelumnya, penulis mengajukan beberapa implikasi manajerial dan teoritis
terkait dengan dampak ekonomi pariwisata di Kabupaten Timor Tengah Selatan,
diantaranya :
a. Penetapan industri pariwisata sebagai sektor
pengembangan prioritas dalam perekonomian Kabupaten TTS. Dengan segala dampak
yang ditimbulkan oleh pariwisata dalam perekonomian, maka dapat dikatakan bahwa
pariwisata merupakan sektor utama penggerak perekonomian TTS. Oleh karena itu,
sasaran kebijakan Kab. TTS perlu lebih diarahkan untuk memelihara posisi
strategis industri pariwisata dengan memastikan bahwa dampak ekonomi pariwisata
senantiasa dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan umum pembangunan ekonomi Kab
TTS.
b. Kemajuan
Kepariwisataan pada Kabupaten TTS diperlukan kerjasama dan koordinasi dari
berbagai pihak agar bidang pariwisata dapat menjadi sektor unggulan dalam
perekonomian masyarakat.
TERIMA KASIH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar