Jumat, 08 Maret 2024

KELUARGAKU SEGALANYA

 


KELUARGAKU SEGALANYA

***

Namanya Sari dan Nova adiknya Tidak seperti anak- anak pada umumnya, mereka yang saat ini di asuh oleh Oma dan Opa, hanya bisa bertemu ayah dan ibu satu bulan satu kali. Kalau pun bertemu waktunya sangat singkat, bisa dua atau tiga hari. Paling lama mungkin sekitar satu minggu ayah dan ibu  bisa diam di rumah itupun kalau libur.

Ayah dan ibu yang berprofesi sebagai Abdi Negara di tempat tugas yang berbeda kecamatan  seusai menikah, sejak anak-anak masih kecil dan tidak mengerti hingga kini mereka telah sekolah di salah satu TK di pusat Kota.

Kenapa Ayah dan Ibu tidak bisa pulang setiap harinya seperti teman – teman saya di sekolah? Mereka selalu dijemput oleh ayah atau ibu mereka, berbeda dengan kami.

Namun lambat laun, kini mereka paham jika pekerjaan seorang abdi Negara di tempat yang jauh dan terpencil memaksa ayah dan ibu untuk tidak pulang setiap hari.

Setiap momen kedatangan ayah dan ibu pulang, mereka berdua sangat senang dan menyambut dengan sukacita.

Mereka bisa dibawa ayah dan ibu bermain mengelilingi kompleks perumahan subsidi atau pergi ke pusat perbelanjaan menghabiskan waktu.

Namun Di sisi lain, waktu menjelang ayah dan ibu  pergi untuk bertugas  menjadi momen paling berat.

Sebab di waktu itulah ayah dan ibu  pergi bekerja berbulan-bulan, terkadang tidak bisa memberi kabar.

Terkadang mereka marah dan mengunci kamar setiap kali ayah dan ibu hendak pergi lagi bekerja.

Ayah dan ibu pun mencoba membujuk mereka untuk keluar supaya bisa berpamitan.

Ego mereka masih tinggi sehingga mereka tidak  mau keluar, justru menangis karena tidak mau ayah dan ibu pergi.

Tetapi kebiasaan buruk itu lambat laun sudah mulai hilang. Mereka sudah semakin besar dan mencoba tegar untuk melihat ayah dan ibu pergi bekerja kembali.

“Sabar ya anak, ayah dan ibu  mungkin tidak lama lagi bekerja di daerah terpencil pasti kembali ke Kota. Ayah dan ibu tidak mau meninggalkan kalian lama-lama,” ungkap Ayah.

Ucapan di atas beberapa bulan terakhir sering Ayah dan Ibu lontarkan ketika hendak pergi bekerja. Tampaknya ayah dan ibu pun mulai bosan dan tidak tenang meninggalkan keluarga lama-lama. Selain karena  mereka yang mulai tumbuh dewasa, ibu pun butuh perhatian lebih.

Mereka pun hanya mengangguk seraya berharap keinginan ayah dan ibu  bisa terkabul secepatnya.

Sore itu, mereka berada di teras untuk melepas ayah dan ibu pergi.

Bersama Opa dan Oma, mereka melihat ayah dan ibu yang saling memboceng mengendarai sebuah sepeda motor tua kembali ke tempat tugas untuk bekerja demi anak-anaknya

Kembali mereka  berharap, semoga ayah dan ibu  bisa pulang secepatnya dan benar-benar bisa terus dekat dengan mereka menjadi  keluarganya yang bahagia.

Hari, bulan, tahun terus berlalu hingga kini 02 Mei yang lalu, akhirnya terjawab semua doa dan harapan Sary dan Nova. Ayah dan ibu mereka kini di mutasikan ke Kota, Sekolah di mana Sary dan Nova menempuh pendidikan kini mereka hidup bersama baik di rumah dan di sekolah sama dengan teman teman mereka..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar