KELUARGAKU SEGALANYA
***
Namanya
Sari dan Nova adiknya Tidak seperti anak- anak pada umumnya, mereka yang saat
ini di asuh oleh Oma dan Opa, hanya bisa bertemu ayah dan ibu satu bulan satu
kali. Kalau pun bertemu waktunya sangat singkat, bisa dua atau tiga hari.
Paling lama mungkin sekitar satu minggu ayah dan ibu bisa diam di rumah itupun kalau libur.
Ayah
dan ibu yang berprofesi sebagai Abdi Negara di tempat tugas yang berbeda
kecamatan seusai menikah, sejak
anak-anak masih kecil dan tidak mengerti hingga kini mereka telah sekolah di
salah satu TK di pusat Kota.
Kenapa
Ayah dan Ibu tidak bisa pulang setiap harinya seperti teman – teman saya di
sekolah? Mereka selalu dijemput oleh ayah atau ibu mereka, berbeda dengan kami.
Namun
lambat laun, kini mereka paham jika pekerjaan seorang abdi Negara di tempat
yang jauh dan terpencil memaksa ayah dan ibu untuk tidak pulang setiap hari.
Setiap
momen kedatangan ayah dan ibu pulang, mereka berdua sangat senang dan menyambut
dengan sukacita.
Mereka bisa
dibawa ayah dan ibu bermain mengelilingi kompleks perumahan subsidi atau pergi
ke pusat perbelanjaan menghabiskan waktu.
Namun Di
sisi lain, waktu menjelang ayah dan ibu pergi untuk bertugas menjadi momen paling berat.
Sebab di
waktu itulah ayah dan ibu pergi bekerja
berbulan-bulan, terkadang tidak bisa memberi kabar.
Terkadang mereka
marah dan mengunci kamar setiap kali ayah dan ibu hendak pergi lagi bekerja.
Ayah dan
ibu pun mencoba membujuk mereka untuk keluar supaya bisa berpamitan.
Ego mereka
masih tinggi sehingga mereka tidak mau
keluar, justru menangis karena tidak mau ayah dan ibu pergi.
Tetapi
kebiasaan buruk itu lambat laun sudah mulai hilang. Mereka sudah semakin besar dan
mencoba tegar untuk melihat ayah dan ibu pergi bekerja kembali.
“Sabar ya anak,
ayah dan ibu mungkin tidak lama lagi
bekerja di daerah terpencil pasti kembali ke Kota. Ayah dan ibu tidak mau
meninggalkan kalian lama-lama,” ungkap Ayah.
Ucapan di
atas beberapa bulan terakhir sering Ayah dan Ibu lontarkan ketika hendak pergi
bekerja. Tampaknya ayah dan ibu pun mulai bosan dan tidak tenang meninggalkan
keluarga lama-lama. Selain karena mereka
yang mulai tumbuh dewasa, ibu pun butuh perhatian lebih.
Mereka pun
hanya mengangguk seraya berharap keinginan ayah dan ibu bisa terkabul secepatnya.
Sore itu,
mereka berada di teras untuk melepas ayah dan ibu pergi.
Bersama Opa
dan Oma, mereka melihat ayah dan ibu yang saling memboceng mengendarai sebuah
sepeda motor tua kembali ke tempat tugas untuk bekerja demi anak-anaknya
Kembali mereka
berharap, semoga ayah dan ibu bisa pulang secepatnya dan benar-benar bisa
terus dekat dengan mereka menjadi keluarganya yang bahagia.
Hari,
bulan, tahun terus berlalu hingga kini 02 Mei yang lalu, akhirnya terjawab
semua doa dan harapan Sary dan Nova. Ayah dan ibu mereka kini di mutasikan ke
Kota, Sekolah di mana Sary dan Nova menempuh pendidikan kini mereka hidup
bersama baik di rumah dan di sekolah sama dengan teman teman mereka..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar