
Ilustrasi
Lambang Pancasila
Refleksi 01 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila: Simak
Kembali Teks dan Makna Lima Lambang Pancasila
01
Oktober 2019 Oleh:Yerobiam Oematan,S.Pd
SETIAP tanggal
01 Oktober diperingati secara nasional sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Tanggal 1 Oktober adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada 53 tahun
silam, pada tahun 1965, Pancasila dasar negara Indonesia terbukti sebagai dasar
negara yang sakti.
Hantaman dan rongrongan untuk mengganti dengan ideologi lain,
Pancasila tetap tegar tak tergoyahkan.
Sementara itu, teks
Pancasila tentunya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Teks
Pancasila dibaca setiap hari Senin, khususnya oleh para siswa pada upacara
bendera.
Hafalnya teks Pancasila
saat masih di sekolah diharapkan tetap terpatri hingga akhir hayat. Tidak hanya
itu, harapan lebih besar adalah penanaman nilai-nilai Pancasila terhadap
generasi Indonesia dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sehingga bila mengaku
sebagai bangsa Indonesia minimal dia hafal urutan teks Pancasila dengan benar.
Terlebih dia sebagai seorang yang pernah bersekolah, figur publik, atau bahkan
sebagai pejabat. Lebih bagus sikapnya senantiasa menunjukkan pengamalan
nilai-nilai Pancasila.
Untuk mengingat kembali
pelajaran Pancasila di SD, berikut adalah teks Pancasila yang dicetuskan
sebagai dasar negara Indonesia yang hari kelahirannya diperingati setiap
tanggal 1 Juni. Secara urut teks Pancasila sebagai berikut:
1.
Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.
Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.
Persatuan Indonesia.
4.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/ perwakilan.
5.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain itu, mengenal dan hafal teks Pancasila tidak akan lengkap
tanpa mengenal pula lambang-lambang yang menjadi ciri khasnya. Burung garuda
merupakan lambang dari negara kita. Namun, di dada burung garuda sebagai
lambang negara tersebut terdapat lima lambang yang memiliki arti dalam sila
Pancasila.
Berikut yang saya kutip
dari “ZonaRefrensi.com/(16 Juli 2018) dapat kita simak lambang sila-sila
dalam Pancasila:
1.
Bintang
Bintang merupakan lambang
dari sila pertama. Bintang emas dengan perisai hitam ini melambangkan sila
pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bintang
emas ini diartikan sebagai cahaya kerohanian bagi setiap manusia.
Sedangkan latar belakang berwarna hitam melambangkan warna alam
atau warna asli yang menunjukkan bahwa Tuhan sebagai sumber dari segala sesuatu
dan sudah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.
2.
Rantai
Rantai merupakan makna
dari sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang adil dan
beradab. Gambar rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil
ini menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu.
Rantai yang terdapat pada sila kedua ini terdiri atas mata rantai
berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling terkait membentuk lingkaran.
Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki dan lingkaran melambangkan
perempuan.
Maka dari itu, kita sesama manusia harus saling membantu satu
sama lain. Tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan.
3.
Pohon beringin
Pohon beringin ini
melambangkan sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia.
Pohon beringin ini memiliki akar tunggal panjang yang menunjang pohon besar ini
tumbuh. Akar ini tumbuh sampai ke dalam tanah dan menggambarkan kesatuan dan
persatuan Indonesia.
Pohon beringin juga memiliki akar yang menjalar di mana-mana,
yang melambangkan sebagai negara kesatuan yang memiliki latar belakang budaya
yang bermacam-macam.
4.
Banteng
Banteng merupakan lambang
dari sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Banteng
digunakan sebagai lambang sila keempat ini karena banteng merupakan hewan
sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang
berdiskusi dan berkumpul.
5.
Padi dan kapas
Padi kapas ini melambangkan sila kelima, yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Padi dan
kapas melambangkan pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan pokok semua
rakyat Indonesia tanpa melihat status atau kedudukan.
Semoga dengan mengingat dan menyimak kembali teks Pancasila
serta lambang sila-silanya, kita bangsa Indonesia tidak hanya sekedar hafal
teks-nya saja. Namun lebih memahami maknanya serta mampu menjabarkan dan
mengaplikasikan butir-butir pengamalan Pancasila.
Dengan demikian Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia dan sebagai pandangan hidup (way of life) bangsa Indonesia akan lebih sakti.
Mari, amalkan dan
pertahankan Pancasila dengan kekuatan persatuan dan kesatuan, tanpa
membeda-bedakan satu dengan yang lain. Sesuai arti tulisan pada pita yang
dicengkeram garuda Pancasila“Bhinneka Tunggal Ika’,
walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Selamanya, hari ini dan nanti.
*Yerobiam Oematan, S.Pd
Guru SMK Negeri 2 SoE,
Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar