By. YEROBIAM OEMATAN,S.Pd
Teman
rahasia
Kau
alasan ku
Setiap kali ku melihat
mu
Detak jantung ini
seperti terhenti
Setiap mendengar suara
merdu mu
Aku tak dapat berkata
–kata
Engkau semangat
hidup ku
Engkau obat piluh hati ku
Engkau
motivasi semangat ku
Senyum mu menghilangkan kesedihan ku
Kau menembus hayalan ku
Darimulah tercipta syair indah ku
Darimulah keluar
melodi ku
Kau teman rahasia ku
Pujaan hati
Ketika mentari mulai
muncul dari ufuk timur
Sinarnya menyinari bumi
Bunga ditaman bermekaran
Embun hampir tak
terlihat
Teringat ku akan senyum manis mu
Senyuman yang meracuni pikiran ku
Senyuman yang memberontak dihati ku
Ya, tiada senyuman yang lebih manis daripada senyum mu
Sakit karena disakiti
masa lalu
Hati yang tergores luka
kemarin
Musnah karena mu
Kau pujaan hati ini
Tak henti memikirkan mu
Tak henti mengangumi
mu
Semangat yang terpancar daripada mu
Membuat ku
berjuang menjalani hari –hari ku
Nama mu terukir indah
dalam diari ku
Wajah mu terkenang
dalam kalbu ku
Kau yang ku dambakan
Sang pujaan hati
Waktu
Waktu.......
Waktu adalah uang
Waktu adalah emas
Tapi sadarkah kita akan
hal itu?
Waktu.....
Berjalan maju bukan mundur
Pahamkah kita akan hal itu?
Banyak waktu yang
terbuang
Banyak waktu yang terlewatkan
Banyak waktu yang
menanti
Pakailah waktu sebaik mungkin
Gunakanlah waktu sebisa mungkin
Jangan berdiam meratap hidup
Bergerak maju pantang menyerah
Sebentar dan terpisah
Waktu terasa begitu
cepat
Terasa kemarin
mengenalmu
Sebentar akrab denganmu
Dan akan terpisah untuk
sebentar
Walau begitu...
Apa yang dapat kulakukan
Rasanya berat namun,
apa mau dikata
Itulah misteri hidup
Sebentar bahagia, lalu
sedih
Sebentar bertemu, lalu
berpisah
Bagaikan teka –teki
yang susah ditebak
Pergilah kasih...
Kau kutunggu disini
Tetap dengan rasa yang sama
Sampai kau kembali
Kan ku jaga rasa ini
Sampai nanti kau kan
kembali
Demi cinta, ku kan
bertahan
Walau hanya dengan syair ini
Untuk mengungkapkan rasa
Satu kata untukmu
Percayalah aku kan bersama mu
Kenangan terindah
Matahari hampir
tertelan bumi
Meninggalkan rindu yang
menjadi –jadi
Cahaya rembulan
berkilau keperakan
Menyinari hati yang
kesepian
Hari
ini hampir berakhir
Semua
tentang kita
Semua
kebersamaan kita
Terasa
tenggelam bersama matahari
Semua yang terukir
Hancur begitu saja
Semua yang tertulis
indah
Terhapus begitu saja
Kenangan
ini akan kuukir dalam memoriku
Tak
akan ku biarkan pergi bersama matahari
Kau
yang pertama
Dan
tetap menjadi yang pertama
Kau tak terlupa
Sampai mata ini tak
melihat
Sampai nafas ini
terhenti
Sampai jantung ini tak
berdetak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar